Implementasi
Kurikulum 2013 Di
SD
Negeri 28/IV Kota Jambi
Pada tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah
memberhentikan Kurikulum 2013 karena dinilai masih kurang sempurna.
Pemberhentian itu diatur dalam Peraturan Menteri nomor 159 tahun 2014 tentang
evaluasi Kurikulum 2013 yang dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014. Pemerintah
melakukan evaluasi dan perbaikan K-13 sampai benar-benar siap digunakan di
semua jenjang pendidikan.
Setelahnya, pada awal tahun 2016, kurikulum 2013 dinyatakan
sudah selesai revisi dan akan disosialisasikan sebelum bulan Juli 2016. Dengan
selesainya revisi kurikulum 2013 ini, pelaksanaan akan berlangsung secara
bertahap. Artinya, dalam pelaksanaan tahun pelajaran 2016/2017, masih akan
terjadi dualisme implementasi kurikulum, yaitu, KTSP 2006 dan K13.
SD Negeri 28/IV Kota Jambi merupakan salah satu sekolah
percontohan pelaksanaan program kurikulum 2013. karena sebelumnya SD Negeri
28/IV Kota Jambi telah melaksanakan Pembelajaran Aktif, Kreatif, dan
Menyenangkan (PAKEM), Peran Serta Masyarakat (PSM), dan Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS). Implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 28/IV Kota Jambi
bekerjasama dengan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), UPTD (Unit
Pelaksana Teknis Daerah) Kota Jambi, dan orang tua peserta didik. Sebelum
melaksanakan Kurikulum 2013, beberapa guru SD Negeri 28/IV Kota Jambi secara
berkala mengikuti sosialisasi/diklat supaya guru mendapatkan bekal yang cukup
dalam melaksanakan Kurikulum 2013.
Penerapan Kurikulum 2013 di SD Negeri 28/IV Kota Jambi sudah
diterapkan untuk Kelas I dan Kelas IV. Pada penerapannya guru telah menggunakan
pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan scientific, dan penilaian autentik. Tematik integrative
merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema,
pendekatan scientific
merupakan pendekatan melalui menanya, mencoba, dan menalar, sedangkan penilaian
autentik merupakan penilaian yang mengukur semua kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
Penilaian yang dilakukan guru untuk mengisi rapor dilihat
dari penilaian portofolio, rubrik penilaian, penilaian diri sendiri, dan juga
dilihat dari ulangan harian atau tugas yang telah diberikan oleh guru. SKL
Kurikulum 2013 berisi mengenai sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta
didik. Implementasi Kurikulum 2013 tidak ada peserta didik yang tidak naik
kelas karena peserta didik memiliki kelebihan tersendiri pada setiap kompetensi
dasar, sehingga meskipun hanya menguasai satu kompetensi dasar mereka tetap
bisa dinyatakan naik kelas.
Dalam penerapan kurikulum 2013 di SD Negeri 28/IV Kota Jambi,
masih mengalami hambatan diantaranya :
1)
Masih adanya peserta didik yang belum bisa membaca,
membedakan huruf, dan angka khususnya Kelas I.
2)
Materi terlalu banyak dan harus diselesaikan dengan
target satu tema 1,5 bulan.
3)
Terlalu banyak administrasi yang harus diselesaikan.
4)
Pembuatan RPP harus mencantumkan tiga pendekatan, satu
RPP digunakan untuk satu kali pertemuan.
5)
Guru merasa kesulitan dalam membagi waktu antara
pelaksanaan pembelajaran dan administrasi, serta guru kesulitan dalam melakukan
penilaian karena penilaian yang cukup banyak.
Alternatif pemecahan masalah di SD Negeri 28/IV Kota Jambi
dilakukan dengan cara guru memberikan tugas kepada peserta didik apabila pada
saat mengajar guru tidak bisa menyelesaikan satu pembelajaran. Guru juga
meminta tolong kepada orang tua peserta didik untuk membantu dan mengawasi
anaknya dalam belajar dan membantu anaknya memahami pelajaran yang sekiranya
mereka belum paham. Ketika mendapatkan masalah dalam implementasi kurikulum,
guru meminta bantuan kepada kepala sekolah supaya bisa menemukan solusi
bersama-sama, selain itu guru juga membuat RPP ketika jam pelajaran selesai
namun hal itu tetap belum bisa dikerjakan secara maksimal.
![]() |
| Gambar 1.1 Kegiatan Pendampingan K13 |
![]() |
| Gambar 1.2 Proses Belajar Mengajar Menggunakan K13 |




Asalamualaikum wr wb, nah bagaimana Ketika seorg guru mendapatkan masalah dalam implementasi kurikulum 2013? 😊
BalasHapusSeperti yang sudah saya jabarkan diatas bu, dengan cara guru memberikan tugas kepada peserta didik apabila pada saat mengajar guru tidak bisa menyelesaikan satu pembelajaran. Guru juga meminta tolong kepada orang tua peserta didik untuk membantu dan mengawasi anaknya dalam belajar dan membantu anaknya memahami pelajaran yang sekiranya mereka belum paham. Ketika mendapatkan masalah dalam implementasi kurikulum, guru meminta bantuan kepada kepala sekolah supaya bisa menemukan solusi bersama-sama.
HapusTrimakasih....
menurut pendapat saya ibu monik dan bu yosa,selain dengan melibatkan org tua pserta didik dlam proses pengembangan kurikulum untuk membantu mengawasi ank2 nya dlam blajar,guru pun di tuntut untuk berfikir lebih aktif dan kompeten dlam proses pembelajaran agar terlaksannya pembeljaran yg menyenangkan,dan meminta pendapat atau bertanya lngsung kpda kepala sekolah dalam kendala atau problematika yg brkaitan dengan kurukulum 2013 ini agar tdak slah arah,dan ttap untuk mencapai satu tujuan ,,
HapusBenar buk monic salah satu kendala dlm implementasi kurikulum 2013 adalah penilaian. Banyaknya perbedaan pendapat tentang cara menilai pada kurikulum 2013 membuat kebingungan para guru di lapangan. Guru merasa bahwa tuntutan penilaian pada kurikulum 2013 menyusahkan guru. setiap satu pembelajaran (1 hari untuk SD) berdasarkan petunjuk pedoman penilaian dari pemerintah dan pedoman pada buku guru, disarankan melakukan penilaian aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan secara simultan. Perubahan paradigma menilai ini mensyaratkan guru untuk melakukan kontrol secara penuh terhadap aktivitas pembelajaran.dari
BalasHapusPengalaman guru telah melakukan penilaian otentik, dalam satu siklus pembelajaran penilaian dilakukan minimal 3 kali bergantung jumlah aktivitasnya, ini artinya setiap aktivitas pembelajaran guru harus menuliskan hasil penilaian dalam Lembar record penilaian. Banyak guru yang belum sepenuhnya siap dengan perubahan cara dan metode penilaian yang diisyaratkan oleh kurikulum, sehingga masih ada kecendrungan guru menilai hanya pada ranah kognitif saja. Padahal, tuntutan kurikulum 2013 mensyaratkan penilaian aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan dilakukan secara holistik, dan komprehensif.
Menurut ibu monic sudah sampai sejauh mana khusus ny kota jambi utk memakai k13 sepenuhnya . Agar tidak ad lagi perbedaan sekolah antara KTSP dgn K13 ?
BalasHapusBenar bu monic banyaknya administrasi membuat guru tidak fokus terhadp perkmbanga peserta didik.
BalasHapusmenurut saya , dengan adanya kerja sama yang baik antara semua pihak yang terkait dalam kurikulum2013, maka pelaksanaan kurikulum 2013 akan berjalan sebagaimana mestinya.
BalasHapusagar alternatif tersebut bisa terlaksana harus ada sinergitas yang baik antara pihak sekolah dengan guru, sekolah dengan orang tua siswa, dan guru dengan orang tua siswa
BalasHapusiya benar pak syaiful dengan demikian penerapan K13 dan hasil yang didapat akan baik.
HapusMasalah dalam implementasi kurikurum memang banyak sekali dijumpai pada masing masing sekolah,kerjasam dan koordinasi yang baik antar sesama guru dan kepala sekolah untuk mengatasi masalah tersebut sangat diperlukan
BalasHapusiya benar bu, ditambah dengan peran orang tua dalam membimbing anaknya dirumah dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar.
HapusSemua permasalahan diatas kiranya dpt teratasi dengan kerja sama dan dukungan dr berbagai pihak dan keinginan dr tenaga pendidik itu untuk berubah,sesuai dengan tuntutan zaman
BalasHapusPenilaian kurikulum 2013 cukup rumit dan memakan waktu karena menggunakan deskripsi.
BalasHapusBagaimanakah cara guru agar dapat memberikan penilaian K1 dengan jumlah murid yang banyak??
Menurut Ibuk sebagai seorang guru bagaimana cara mengatasi kelemahan kompetensi guru dalam pelaksanaan k13 ini? Terima kasih
BalasHapusKelemahan ini terjadi karena sarana dan prasana atau tidak mengetahui apa kebutuhan sd tersebut
BalasHapusKelemahan ini terjadi karena sarana dan prasana atau tidak mengetahui apa kebutuhan sd tersebut
BalasHapusDalam impelentasi kurikulum 2013 diperlukan partisipasi dan dukungan seluruh elemen yang terkait.Namun tak kalah pentingnya adalah keinginan dan kemauan dari seorang pendidik untuk meningkatkan potensinya dan berbuat lebih baik dan banyak lagi bg perkembangan peserta didik.
BalasHapusKurikulum 2013 ini menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar
BalasHapusSebagian penyebab kendala implementasi K13 karena guru sudah merasa nyaman dengan kurikulum yang lama.
BalasHapusGuru harus lebih meningkatkan kreatifitas dalam melaksanakan pembelajaran dan harus tanamkan keiklasan...trimk...waslm...
BalasHapusKurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.
BalasHapusJika guru mengalami masalah dalam implementasi Kurikulum 2013, guru menyampaikan kepada kepala sekolah untuk mencari solusi bersama-sama dan jika kepala sekolah tidak menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi guru, maka kepala sekolah meminta bantuan kepada pengawas sekolah untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh guru. Selain itu, guru juga bisa sharing dengan sesama guru pelaksana Kurikulum 2013 dan guru yang bukan pelaksana Kurikulum 2013
BalasHapusDari hambatan penerpan k13 di atas saya tertarik dengan poin no 2 Materi terlalu banyak dan harus diselesaikan dengan target satu tema 1,5 bulan.menurut pendapat anda apabila dari setiap tema tidak mencapai trget yg telah di tntukan upaya apa yang hrus di lkukan oleh guru untuk mencpai target tersebut?
BalasHapusApa bila waktu pelaksanaan proses belajar-mengajar terbatas, maka bagaimana cara membagi waktu agar semua kd dalam kurikulum dapat disampaikan semua dengan baik?
BalasHapus